Methodology Guide

Contoh pertanyaan FGD (focus group discussion) untuk berbagai tujuan riset

Contoh pertanyaan FGD untuk pembukaan, uji konsep, persepsi merek, kepuasan pelanggan, dan penutup. Pertanyaannya dapat disesuaikan dengan tujuan riset.

Contoh pertanyaan FGD (focus group discussion) untuk berbagai tujuan riset

Menyusun pertanyaan FGD (Focus Group Discussion) kelihatannya sederhana, tinggal buat daftar hal yang ingin diketahui, lalu tanyakan ke peserta. Padahal cara bertanya yang salah bisa merusak seluruh hasil riset. Pertanyaan yang mengarahkan (leading question) membuat peserta menjawab sesuai yang menurut mereka "ingin didengar" moderator, bukan pendapat asli mereka. Pertanyaan ganda yang mencampur dua hal sekaligus membuat jawaban jadi kabur, tidak jelas bagian mana yang sedang dijawab peserta.

Urutan pertanyaan juga sama pentingnya dengan isinya. Discussion guide yang baik bergerak dari yang umum ke yang spesifik, sering disebut pendekatan "funnel" atau corong, supaya peserta merasa nyaman dulu sebelum diajak membahas hal yang lebih tajam. Melompat langsung ke pertanyaan inti di awal sesi biasanya menghasilkan jawaban singkat dan permukaan, karena peserta belum terbiasa dengan suasana diskusi dan belum percaya bahwa pendapat mereka aman untuk disampaikan apa adanya. Contoh di bawah ini mencakup pertanyaan pembuka, uji konsep, persepsi merek, pengalaman pelanggan, dan penutup.

Intinya

  • Discussion guide FGD yang baik mengikuti struktur funnel: pembuka, transisi, pertanyaan inti, penutup, bergerak dari umum ke spesifik.
  • Contoh pertanyaan dikelompokkan berdasarkan lima tujuan: warm-up, uji konsep produk, persepsi merek, kepuasan pelanggan, dan penutup.
  • Kesalahan paling umum saat menyusun pertanyaan FGD adalah pertanyaan mengarahkan (leading question), pertanyaan ganda (double-barreled), dan istilah teknis yang membingungkan peserta.
  • Discussion guide hanyalah panduan, bukan naskah baku, moderator tetap perlu fleksibel menggali (probing) jawaban yang masih dangkal.
Contoh pertanyaan FGD (focus group discussion) untuk berbagai tujuan riset

Struktur alur pertanyaan FGD yang baik

Discussion guide biasanya terdiri dari empat bagian dan disusun seperti corong. Pertanyaan dimulai dari topik luas, bergerak ke bagian yang spesifik, lalu kembali melebar saat penutup:

  • Pembuka / warm-up. Pertanyaan ringan dan umum yang tidak berhubungan langsung dengan topik inti riset. Tujuannya mencairkan suasana dan membuat peserta terbiasa berbicara di depan kelompok.
  • Transisi. Pertanyaan yang mulai mengarah ke topik riset, tapi masih dalam konteks yang luas, misalnya kebiasaan umum peserta terkait kategori produk, sebelum masuk ke merek atau konsep spesifik.
  • Pertanyaan inti. Bagian terpenting dari sesi, tempat tujuan riset sesungguhnya digali, menguji konsep, menggali persepsi merek, atau memahami pengalaman pelanggan secara mendalam. Bagian ini biasanya memakan porsi waktu terbesar.
  • Penutup. Pertanyaan yang merangkum diskusi dan memberi ruang bagi peserta menyampaikan hal yang belum sempat terungkap.

Alur ini penting karena peserta yang langsung dihadapkan pertanyaan tajam di menit pertama cenderung menjawab seadanya. Dengan pemanasan yang cukup, peserta lebih siap memberi jawaban jujur dan detail saat masuk ke pertanyaan inti.

Contoh pertanyaan FGD berdasarkan tujuan

Pertanyaan berikut dapat disesuaikan dengan kebutuhan riset. Moderator tetap perlu melakukan probing dengan pertanyaan seperti "bisa diceritakan lebih detail?" atau "kenapa menurut Anda begitu?" ketika jawaban peserta masih dangkal.

Pertanyaan pembuka (warm-up)

  • Coba perkenalkan diri secara singkat, nama, kesibukan sehari-hari, dan satu hal yang sedang Anda sukai belakangan ini.
  • Kalau akhir pekan santai, biasanya Anda menghabiskan waktu untuk apa?
  • Apa aplikasi atau platform yang paling sering Anda buka setiap hari?
  • Ceritakan sedikit tentang kebiasaan belanja Anda, lebih sering di toko fisik atau online?
  • Kalau harus memilih satu merek yang paling Anda percaya sehari-hari, apa itu dan kenapa?

Untuk menguji konsep produk baru

  • Setelah melihat konsep ini, apa kesan pertama Anda?
  • Menurut Anda, produk ini ditujukan untuk siapa? Apakah Anda merasa cocok dengan gambaran itu?
  • Apa yang menurut Anda paling menarik dari konsep ini? Apa yang paling kurang meyakinkan?
  • Kira-kira dalam situasi seperti apa Anda akan memakai produk ini?
  • Kalau dibandingkan dengan produk yang biasa Anda pakai sekarang, apa yang membuat ini lebih baik atau justru kurang menarik?
  • Ada bagian dari konsep ini yang menurut Anda masih membingungkan atau perlu dijelaskan lebih lanjut?
  • Kalau produk ini tersedia mulai minggu depan, seberapa besar kemungkinan Anda mencobanya? Apa yang membuat Anda ragu, kalau ada?
  • Harga berapa yang menurut Anda wajar untuk produk seperti ini, dan kenapa Anda memikirkan angka itu?

Untuk memahami persepsi merek (brand perception)

  • Kalau mendengar nama merek ini, apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda?
  • Kalau merek ini adalah seseorang, kira-kira seperti apa orangnya? Bisa digambarkan sifatnya?
  • Menurut Anda, apa yang membedakan merek ini dari kompetitornya?
  • Adakah pengalaman, baik atau buruk, yang membentuk pandangan Anda terhadap merek ini?
  • Kalau ada teman yang bertanya pendapat Anda tentang merek ini, apa yang akan Anda katakan?
  • Apakah ada perubahan pada merek ini yang Anda sadari dalam setahun terakhir? Bagaimana pendapat Anda soal itu?
  • Seberapa besar merek ini terasa "cocok" dengan gaya hidup Anda?

Untuk menggali kepuasan dan pengalaman pelanggan

  • Coba ceritakan pengalaman terakhir Anda menggunakan produk/layanan ini, dari awal sampai akhir.
  • Bagian mana dari pengalaman itu yang paling memuaskan? Bagian mana yang paling mengganggu?
  • Pernahkah Anda mengalami masalah saat menggunakan produk/layanan ini? Bagaimana masalah itu ditangani?
  • Kalau dibandingkan dengan ekspektasi Anda sebelum mencoba, apakah pengalamannya sesuai, lebih baik, atau lebih buruk?
  • Apa satu hal yang, kalau diperbaiki, akan sangat meningkatkan pengalaman Anda?
  • Seberapa besar kemungkinan Anda merekomendasikan ini ke orang lain? Apa alasan di balik jawaban itu?
  • Apakah ada momen tertentu yang membuat Anda hampir berhenti menggunakan produk/layanan ini?

Pertanyaan penutup

  • Dari semua yang kita bicarakan tadi, apa satu hal yang menurut Anda paling penting untuk diingat oleh tim di balik produk ini?
  • Apakah ada hal yang ingin Anda sampaikan tapi belum sempat terucap selama diskusi ini?
  • Kalau Anda bisa memberi satu saran langsung ke tim yang membuat produk ini, apa yang akan Anda katakan?
  • Sebelum kita tutup, ada pertanyaan atau hal lain yang ingin didiskusikan?

Kesalahan yang harus dihindari saat menyusun pertanyaan FGD

  • Pertanyaan mengarahkan (leading question). Contoh yang salah: "Bukankah rasa ini enak sekali?" Pertanyaan ini sudah menyisipkan jawaban di dalamnya, sehingga peserta cenderung setuju daripada memberi pendapat jujur. Versi yang lebih baik: "Bagaimana pendapat Anda tentang rasa ini?"
  • Pertanyaan ganda (double-barreled). Contoh yang salah: "Apakah Anda suka kemasan dan harganya?", peserta bisa suka kemasan tapi tidak suka harga, atau sebaliknya, dan jawaban "ya" atau "tidak" tidak menjelaskan yang mana. Pecah menjadi dua pertanyaan terpisah.
  • Istilah teknis yang membingungkan peserta. Kata seperti "brand equity", "customer journey", atau istilah internal perusahaan sering tidak dipahami peserta awam. Gunakan bahasa sehari-hari yang biasa dipakai target konsumen, bukan bahasa yang biasa dipakai tim internal.
  • Pertanyaan tertutup yang hanya bisa dijawab "ya" atau "tidak". Pertanyaan seperti "Apakah Anda suka produk ini?" gampang dijawab singkat tanpa penjelasan. Ganti dengan "Apa yang membuat Anda suka atau tidak suka dengan produk ini?" supaya peserta terdorong menjelaskan alasannya.
  • Terlalu banyak pertanyaan dalam satu sesi. Discussion guide yang terlalu panjang membuat moderator terburu-buru dan peserta tidak sempat menggali jawaban secara mendalam. Lebih baik sedikit pertanyaan dengan probing yang dalam, dibanding banyak pertanyaan yang dijawab dangkal.

Pertanyaan umum

Berapa jumlah pertanyaan ideal dalam satu discussion guide FGD?

Tidak ada angka baku, tapi umumnya 8 hingga 15 pertanyaan inti sudah cukup untuk sesi berdurasi 60-90 menit, dengan catatan setiap pertanyaan bisa dikembangkan lewat probing. Jumlah yang lebih penting daripada sekadar banyaknya pertanyaan adalah seberapa dalam setiap topik bisa digali dalam waktu yang tersedia.

Apakah pertanyaan FGD harus persis dibacakan sesuai naskah?

Tidak. Discussion guide adalah panduan arah diskusi, bukan naskah yang harus dibacakan kata per kata. Moderator yang baik menyesuaikan kalimat dan urutan sesuai jalannya diskusi, selama tujuan dari setiap pertanyaan tetap tercapai.

Bagaimana cara menggali jawaban peserta yang masih dangkal?

Gunakan pertanyaan lanjutan (probing) seperti "bisa diceritakan lebih detail?", "kenapa menurut Anda begitu?", atau "ada contoh konkretnya?". Diam sejenak setelah peserta menjawab juga sering efektif, jeda itu memberi ruang bagi peserta untuk melanjutkan jawabannya tanpa buru-buru dipotong pertanyaan berikutnya.

Apakah urutan pertanyaan benar-benar memengaruhi hasil FGD?

Ya. Pertanyaan yang terlalu spesifik di awal sesi bisa membuat peserta belum nyaman untuk terbuka, sehingga jawabannya cenderung singkat dan permukaan. Struktur funnel, dari umum ke spesifik, memberi waktu bagi peserta membangun kenyamanan sebelum diajak membahas hal yang lebih tajam.

Discussion guide perlu diuji dan diperbaiki agar pertanyaannya tidak mengarahkan peserta. DEKA Insight merancang discussion guide FGD sesuai tujuan riset. Lihat layanan riset kualitatif kami atau hubungi tim kami untuk membahas kebutuhan Anda.

Want to apply this in your research?

Our team can help you design the right methodology for your specific business questions.

Get in Touch