Methodology Guide

Riset pasar di Indonesia: metode dan cara memulainya

Riset pasar membantu bisnis memahami konsumen, kompetitor, dan kondisi pasar. Metodenya bisa kualitatif, kuantitatif, atau gabungan keduanya.

Riset pasar di Indonesia: metode dan cara memulainya

Riset pasar mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang target konsumen, kompetitor, dan kondisi pasar. Bisnis dapat memakai data ini sebelum meluncurkan produk, masuk ke kota baru, atau mengubah strategi harga.

Risiko melewati langkah ini terlihat pada peluncuran produk baru. Studi akademis yang menganalisis 83.719 produk baru (SKU) selama 8 tahun di 31 kategori consumer goods menemukan bahwa 1 dari 4 produk baru (25%) sudah tidak lagi dibeli konsumen satu tahun setelah diluncurkan. Angka itu naik menjadi sekitar 40% dalam dua tahun (Victory, Nenycz-Thiel, Dawes, Tanusondjaja & Corsi, "How Common Is New Product Failure and When Does It Vary?", jurnal Marketing Letters, 2021). Sebagian kegagalan terjadi ketika bisnis meluncurkan produk tanpa memvalidasi kebutuhan pasar, bukan karena kualitas produknya.

Intinya

  • Riset pasar memakai data untuk memahami konsumen, kompetitor, dan peluang pasar. Cakupannya lebih luas daripada survei kepuasan.
  • Ada dua pendekatan utama: riset kualitatif (memahami "mengapa") dan riset kuantitatif (mengukur "berapa banyak"). Kebanyakan proyek yang serius memakai keduanya.
  • Indonesia punya 235,26 juta pengguna internet per 2026, dengan penetrasi 81,72%. Pasarnya besar dan beragam antar daerah, sehingga asumsi dari satu kota belum tentu berlaku secara nasional.
  • Menggandeng agensi riset masuk akal ketika keputusan yang diambil berisiko tinggi, butuh objektivitas pihak ketiga, atau membutuhkan metodologi yang tidak dikuasai tim internal.
Riset pasar di Indonesia: metode dan cara memulainya

Apa itu riset pasar?

Riset pasar adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data tentang pasar tertentu, mencakup pelanggan, pesaing, dan tren industri, untuk membantu bisnis mengambil keputusan yang lebih terukur. Data itu bisa datang langsung dari konsumen (riset primer, misalnya lewat survei atau wawancara) atau dari sumber yang sudah ada, seperti laporan industri dan data pemerintah (riset sekunder).

Riset pasar sering disamakan dengan riset pemasaran (marketing research), padahal cakupannya berbeda. Riset pasar berfokus pada pasar itu sendiri: ukurannya, karakteristik konsumennya, posisi kompetitor di dalamnya. Riset pemasaran lebih luas dan mencakup efektivitas strategi pemasaran yang sedang atau akan dijalankan, termasuk riset pasar di dalamnya.

Kenapa riset pasar penting untuk bisnis di Indonesia

Pasar Indonesia besar, tapi jauh dari seragam. Per 2026, jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 235,26 juta jiwa dengan tingkat penetrasi 81,72% dari total populasi (survei APJII, dilaksanakan 1 Februari-15 Maret 2026 terhadap 8.700 responden di 38 provinsi). Angka itu terdengar seperti satu pasar raksasa, padahal di dalamnya ada perbedaan besar dalam daya beli, kebiasaan belanja, dan preferensi produk antar pulau, kota, bahkan antar kelompok usia.

Buat bisnis, artinya asumsi yang benar di Jakarta belum tentu benar di Surabaya, apalagi di luar Jawa. Riset pasar memberi cara untuk mengecek asumsi itu sebelum uang dan waktu dikeluarkan untuk sesuatu yang ternyata tidak sesuai kebutuhan pasar setempat. Beberapa keputusan bisnis yang paling sering didahului riset pasar:

  • Meluncurkan produk atau layanan baru
  • Masuk ke kota atau segmen pasar baru
  • Menentukan harga yang tepat untuk target konsumen
  • Mengukur kepuasan dan loyalitas pelanggan yang sudah ada
  • Memahami kenapa penjualan turun, atau kenapa kompetitor tumbuh lebih cepat

Jenis-jenis metode riset pasar

Hampir semua metode riset pasar masuk ke salah satu dari dua kategori berikut. Keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda, dan proyek riset yang baik biasanya memakai kombinasi keduanya.

Riset kualitatif: memahami "mengapa"

Riset kualitatif menggali alasan, motivasi, dan persepsi di balik perilaku konsumen. Hasilnya bukan angka, melainkan pemahaman yang mendalam tentang cara konsumen berpikir. Dua metode yang paling umum dipakai:

  • Focus Group Discussion (FGD): diskusi terarah dengan 6-10 peserta untuk menggali reaksi terhadap konsep produk, iklan, atau kemasan.
  • In-Depth Interview (IDI): wawancara satu-satu yang lebih cocok untuk topik sensitif atau ketika dibutuhkan cerita personal yang detail.

Riset kuantitatif: mengukur "berapa banyak"

Riset kuantitatif mengumpulkan data dari sampel yang lebih besar dan menghasilkan angka yang bisa digeneralisasi ke populasi yang lebih luas, misalnya lewat survei online, survei tatap muka, atau telepon. Metode ini cocok untuk mengukur ukuran pasar, tingkat kepuasan pelanggan (biasanya dengan skor seperti NPS), atau menguji seberapa besar minat terhadap konsep produk sebelum diluncurkan.

Mystery shopping

Metode tambahan yang sering dipakai bersamaan dengan dua metode di atas: petugas menyamar sebagai pelanggan biasa untuk mengevaluasi kualitas layanan, kepatuhan terhadap standar operasional, dan pengalaman belanja secara langsung di lapangan.

Tahapan riset pasar dari awal sampai selesai

  1. Menentukan tujuan riset. Keputusan apa yang ingin dijawab lewat riset ini? Tanpa tujuan yang jelas, hasil riset gampang berakhir jadi data yang tidak ditindaklanjuti.
  2. Memilih metode. Kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya, tergantung apakah yang dibutuhkan adalah pemahaman mendalam atau angka yang bisa digeneralisasi.
  3. Merancang instrumen. Menyusun kuesioner atau panduan diskusi dengan pertanyaan yang langsung mengarah ke tujuan riset.
  4. Mengumpulkan data. Turun ke lapangan atau menjalankan survei, dengan sampel yang mewakili target populasi.
  5. Menganalisis dan melaporkan. Mengubah data mentah menjadi temuan yang bisa dipakai untuk mengambil keputusan.

Kapan sebaiknya menggandeng agensi riset pasar

Tidak semua riset pasar butuh agensi eksternal. Riset kecil dan cepat, misalnya survei singkat ke pelanggan yang sudah ada, sering bisa dikerjakan sendiri oleh tim internal. Tapi ada situasi di mana menggandeng agensi profesional lebih masuk akal:

  • Keputusan yang berisiko besar, seperti investasi produk baru atau ekspansi ke pasar yang belum dikenal.
  • Dibutuhkan objektivitas pihak ketiga: responden cenderung lebih jujur ke pewawancara netral dibanding ke perwakilan brand itu sendiri.
  • Metode yang kompleks, misalnya sampel besar yang tersebar di banyak kota atau analisis statistik di luar keahlian tim internal.
  • Waktu dan tenaga tim internal terbatas, sedangkan riset perlu mengikuti standar metodologi yang ketat.

DEKA Insight merancang FGD, in-depth interview, dan survei kuantitatif untuk bisnis di Indonesia. Lihat metode riset kami atau hubungi tim kami untuk membahas kebutuhan Anda.

Pertanyaan umum

Apa beda riset pasar dan riset pemasaran?

Riset pasar berfokus pada pasar itu sendiri, konsumen, kompetitor, ukuran pasar. Riset pemasaran cakupannya lebih luas, termasuk mengukur efektivitas strategi pemasaran yang sedang dijalankan. Riset pasar adalah bagian dari riset pemasaran.

Berapa lama proses riset pasar berlangsung?

Tergantung metode dan skala. Riset kualitatif kecil seperti beberapa sesi FGD bisa selesai dalam 2-3 minggu. Riset kuantitatif berskala nasional dengan ribuan responden biasanya butuh waktu lebih panjang, tergantung cakupan wilayah dan jumlah sampel.

Berapa biaya riset pasar?

Biayanya bervariasi tergantung metode yang dipakai, jumlah responden, cakupan wilayah, dan kompleksitas analisis yang dibutuhkan. Riset kualitatif skala kecil jauh lebih terjangkau dibanding survei kuantitatif nasional. Cara paling akurat untuk mengetahui perkiraan biaya adalah berdiskusi langsung dengan tim riset tentang kebutuhan spesifik Anda.

Apakah riset pasar hanya untuk perusahaan besar?

Tidak. Bisnis kecil dan menengah justru sering paling diuntungkan, karena margin kesalahan mereka lebih tipis dibanding perusahaan besar. Skala riset bisa disesuaikan dengan anggaran, mulai dari riset kualitatif kecil sampai survei besar, tergantung kebutuhan dan tahap bisnis.

Want to apply this in your research?

Our team can help you design the right methodology for your specific business questions.

Get in Touch